Tuesday, April 5, 2011

Seri Pelajaran Ibadah Praktis Adab Tidur

· 0 comments

ADAB TIDUR
Beberapa hal yang diajarkan oleh Rasulullah sebelum tidur, antara lain :

1.  Berintropeksi diri (muhasabah) sesaat sebelum tidur.
2. Tidur dini. “Bahwasanya Rasulullah tidur pada awal malam dan bangun pada penghujung malam, lalu beliau melakukan sholat”. [Muttafaq’alaih]
3.  Disunnatkan berwudhu’ sebelum tidur, dan berbaring miring sebelah kanan.
4.  Mengibaskan seprei tiga kali sebelum berbaring. [Muttafaq’alaih]
5. Makruh tidur tengkurap. “Wahai Abu Dzar, sesungguhnya berbaring seperti ini (tengkurap) adalah cara berbaringnya penghuni neraka”. [H.R. Ibnu Majah]
6. Makruh tidur diatas dak terbuka. [H.R. Al-Bukhari didalam al-Adab al-Mufrad]
7. Menutup pintu, jendela dan memadamkan api dan lampu sebelum tidur.
Dari Jabir diriwayatkan bahwa sesungguhnya Rasulullah telah bersabda:” Padamkanlah lampu dimalam hari apabila kamu tidur, tutuplah pintu, tutuplah rapat-rapat bejana-bejana dan tutuplah makanan dan minuman.”[Muttafaq’alaih].
8. Membaca ayat kursi, dua ayat terakhir dari surah Al-Baqarah.
9. Membaca do’a-do’a dan dzikir yang shahih dari Rasulullah.
بِسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوْتُ وَأَحْيَا

(Dengan menyebut nama-mu ya Allah, aku mati dan aku hidup.) [HR. Al-Bukhari, 2425, As Shohihah, 2754]
10. Bila disaat tidur merasa kaget atau merasa gelisah atau merasa ketakutan,
Maka, dianjurkan berdo’a dengan do’a berikut ini:
أَعُوذُ بِكلَِمَاتِ اللهِ التَّامَّة ، مِنْ غَضَبِهِ وَشَرِّ عِبَادِهِ ، وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ وَأَنْ يَحْضُرُوْنَ
“Aku berlindung dengan kalimatullah yang sempurna dari murka-Nya,kejahatan hamba-hamba-Nya, dari gangguan syetan dan kehadiran mereka kepadaku” [HR. Abu Dawud, 3893]
11. Jika bermimpi buruk maka hendaknya ia meludah ke sebelah kirinya tiga kali lalu merubah posisi tidurnya dari kiri ke kanan atau sebaliknya.  [HR. Muslim, 1518],
12. Tidak menceritakan mimpi buruknya tersebut kepada orang lain serta tidak memikirkannya. Hendaknya ia berdoa dan bertawakkal kepada Allah. Adapun jika mimpinya baik maka boleh ia menceritakannya kepada orang lain. [As Shohihah, 134]
13. Bacaan do’a sesudah bangun tidur :
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا اَمَاتَنَا وَاِلَيْهِ النُّـشُوْرُ.
 (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah kami dimatikan-Nya,dan kepada-nya lah kami dikembalikan). [HR. Al-Bukhari, 2425, As Shohihah, 2754]
14. Ketika seorang menguap hendaknya ia menahannya sekuat tenaga dan menutup mulutnya dengan tangannya. [HR. Muslim, Abu dawud dan Ahmad]

Read More......

Seri Pelajaran Ibadah Praktis Adab Makan dan Minum

· 0 comments


ADAB MAKAN DAN MINUM
Adab makan dan minum yang diajarkan oleh Rasulullah antara lain sebagai berikut :
  • Diharamkan makan dan minum dari wadah yang terbuat dari emas dan perak.
  • Dimakruhkan makan sambil bersandar atau menelungkup.
  • Mendahulukan makan daripada shalat, saat makanan sudah siap.
  • Membasuh kedua tangan sebelum dan sesudah makan.
  • Membaca basmalah ketika hendak makan dan minum, kemudian membaca hamdalah setelahnya.
  • Makan dan minum dengan tangan kanan, dan dilarang dengan tangan kiri.
  • Makan dari makanan yang terdekat.
  • Disunnahkan untuk makan dari sekitar pinggiran piring, tidak dari tengahnya.
  • Disunnahkan makan dengan tiga jari, kemudian menjilatnya setelah selesai makan.
  • Disunnahkan mengambil makanan yang telah terjatuh,  kemudian mengusap kotoran yang ada pada permukaannya, kemudian memakannya.
  • Larangan qiran (menggabungkan dua butir korma sekali makan)
  • Disunnahkan untuk makan setelah panas dari makanan hilang.
  • Larangan mencela dan menghina makanan.
  • Dilarang makan dan minum sambil berdiri kecuali dalam keadaan darurat (sangat terpaksa)
  • Dimakruhkan bernafas dan meniup ke dalam bejana.
  • Disunnahkan meniup dengan tiga kali nafas, dan dibolehkan minum hanya dengan sekali nafas.
  • Dimakruhkan minum langsung dari ceret, teko dan semacamnya.
  • Disunnahkan bagi orang yang memberi minum agar minum paling akhir.
  • Disunnahkannya makan bersama-sama.
  • Tidak disukainya banyak makan, atau kurang makan hingga melemahkan badan.
Doa’a sebelum makan :
Cukup membaca Bismillah berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad. Kalau ia lupa membaca bismillah maka hendaknya ia membaca :
بِسْمِ اللهِ فِى اَوَّلِهِ وَاَخِرِهِ
“Dengan menyebut nama Allah pada awal dan akhir (aku makan)” [HR. Abu Dawud III/no. 347, Tirmidzi  IV/no. 288]

Do’a sesudah makan :

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ اَّلذِى أَطْعَمَنِيْ هَذَا الطَعَامَ وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّيْ وَلاَ قُوَّةٍ
“Segala puji bagi Alloh yang telah memberiku makanan ini
dan yang telah memberikan rizki kepadaku tanpa bantuan daya dan kekuatan dariku”
[HR. Abu Dawud no. 3505]

    Read More......

    Seri Pelajaran Ibadah Praktis Adab Belajar

    · 0 comments


    ADAB BELAJAR
    Saat belajar yang harus diperhatikan anak-anak didik  atau siswa antara lain :
    •   Mendahulukan salam kepada guru dan bersalaman dengan bercium tangan sebagai tanda  penghormatan.
    •  Jangan banyak berbicara di hadapan guru
    •   Jangan berbicara  jika tidak ditanya
    •  Jangan bertanya melainkan jika telah diarahkan oleh guru
    •  Jangan menyangkal kata-kata guru
    • Jangan mengumpat pelajar lain
    •  Jangan berbisik di hadapan guru
    •  Jangan berpaling kiri dan kanan
    •  Dengarkan dengan baik ilmu yang disampaikan walaupun diulang-ulang  
    •  Jangan duduk tempat guru
    •  Jangan ketuk pintu berulang kali hingga guru keluar menemuinya
    •  Senantiasa mendapat keridhaannya
    •  Memuliakan anak-anak guru
    •  Selalu mendoakan guru
    Doa sebelum belajar :
    وبِمُحَمَّدٍ نَبِيَّاً وَرَسُوْلاً رَضِيْتُ باللّه رَبَّاً وَبالإِسْلامِ دِيْناً
    وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الصَّالِحِيْنَ  وَارْزُقْنِيْ فَهْمًا رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا
    “Aku ridlo Allah sebagai Tuhanku, dan agama Islam itu sebagai agamaku, dan Nabi Muhammad itu sebagai Nabi dan Utusan Allah, [Ya Alloh Tambahkanlah aku ilmu, Dan berilah aku karunia untuk dapat memahaminya], Dan jadikanlah aku termasuk golongannya orang-orang yang shoolih. [HR. Ahmad no. 18199, Ibnu Majah no. 3860, lainnya sebagai tambahan]

    Read More......

    Seri Pelajaran Ibadah Praktis Hak Anak Terhadap Orang Tua

    · 0 comments

    Hak Anak Terhadap Orang Tua Yang Meninggal Dunia
    Diantara hak anak terhadap orang tua setelah mereka meninggal antara lain:
    1. Menshalati keduanya. Maksud menshalati disini adalah mendoakan keduanya. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam: “Apabila manusia sudah meninggal, maka terputuslah amalannya kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakan dirinya.”  [HR. Muslim No. 1631]
    2. Beristighfar untuk mereka berdua. Orang tua adalah yang paling utama bagi seorang Muslim untuk didoakan agar Allah mengampuni mereka karena kebaikan mereka yang besar. [QS.Ibrahim: 41]. Dikecualikan bagi orang tua  yang belum beriman (kafir atau musyrik), maka Islam melarang mendoakannya, halnya Rasulullah dilarang oleh Allah untuk mendoakan pamannya yang meninggal dalam keadaan kafir yakni Abu Thalib atau Nabi Ibrahim dilarang memintakan ampunan untuk ayahnya Azar karena ia pembuat berhala.
    3. Menunaikan janji kedua orang tua. Sebab, pahala akan terus mengalir kepada mereka berdua apabila amalan kebaikan yang dulu pernah dilakukan dilanjutkan oleh anak mereka.
    4. Memuliakan teman kedua orang tua. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya bakti anak yang terbaik adalah seorang anak yang menyambung tali persahabatan dengan keluarga teman ayahnya setelah ayahnya tersebut meninggal.” [HR. Muslim No. 2552]
    5. Menyambung tali silaturrahim dengan kerabat ibu dan ayah. [HR. Ibnu Hibban No. 433]
     wallahu 'alam bishowab

    Read More......

    Monday, April 4, 2011

    Seri Pelajaran Ibadah Praktis Adab Orang Tua

    · 0 comments


    ADAB KEDUA ORANG TUA  
    Kedua orang tua adalah manusia yang paling berjasa dan utama bagi diri seseorang. Allah subhanahu wata’ala telah memerintahkan dalam berbagai tempat di dalam al Qur’an agar berbakti kepada kedua orang tua. Allah menyebutkan berbarengan dengan pentauhidan-Nya dan memerintahkan para hamba-Nya untuk melaksanakan sebagaimana akan disebutkan sebagai berikut.
    Hak kedua orang tua merupakan hak terbesar yang harus dilaksanakan oleh setiap Muslim. Disini akan dicantumkan beberapa adab yang berkaitan dengan masalah ini. Antara lain hak yang wajib dilakukan semasa kedua orang tua hidup dan setelah meninggal.
    Di antara doa-doa untuk orang tua yang tercantum dalam Al Qur’an adalah sebagai berikut :
     “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah :

     “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” [QS. Al Israa’: 24]

    “Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” [QS. Ibrahim : 41]
     
     “Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku dan kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.”

    Karena berdoa dengan menggunakan bahasa Arab (Al Qur'an) lebih utama, maka seyogianya anda harus menghafalkannya. 


    Diantara hak orang tua ketika masih hidup adalah :

    1. Mentaati mereka selama tidak mendurhakai Allah
    Allah subhanahu wa ta’ala berfirman (yang artinya):

    “Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya…” [QS.Lukman : 15]
    Adapun jika bukan dalam perkara yang mendurhakai Allah, wajib mentaati kedua orang tua selamanya dan ini termasuk perkara yang paling diwajibkan.

    2. Berbakti teradap kedua orang tua
    Dalam Surat Al Isra’ ayat 23-24, Firman-Nya :

    “… Dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. …
    Di antara bakti terhadap kedua orang tua adalah menjauhkan ucapan dan perbuatan yang dapat menyakiti kedua orang tua, walaupun dengan isyarat atau dengan ucapan ‘ah’.
    3. Merendahkan diri dihadapan mereka
    Yakni  dengan cara mendahulukan segala urusan mereka, membentangkan dipan untuk mereka, mempersilahkan mereka duduk ditempat yang empuk, menyodorkan bantal, jangan mendahului makan dan minum, dan lain sebagainya.
    4. Berbicara dengan lembut dihadapan mereka [QS.Al Israa’: 23]
    Oleh karena itu, berbicaralah kepada mereka berdua dengan ucapan yang lemah lembut dan baik serta dengan perkataan yang bagus.
    5.  Menyediakan makanan untuk mereka.
    Menyediakan makanan juga termasuk bakti kepada kedua orang tua, terutama jika ia memberi mereka makan dari hasil jerih payah sendiri dan lebih mendahulukan mereka berdua daripada dirinya, anaknya, dan istrinya.
    6.  Meminta izin kepada mereka sebelum berjihad dan pergi untuk urusan lainnya [HR.Al Bukhari No. 3004, 5972 dan Muslim No. 2549]
    7.  Memberikan harta kepada orang tua menurut jumlah yang mereka inginkan  [HR.Ahmad  II/204,  Abu Dawud No. 3530, dan Ibnu Majah No. 2292]
    Oleh sebab itu, hendaknya seseorang jangan bersikap bakhil (kikir) terhadap orang yang menyebabkan keberadaan dirinya, memeliharanya ketika kecil dan lemah, serta telah berbuat baik kepadanya.
    8.   Membuat keduanya ridha dengan berbuat baik kepada orang-orang yang dicintai mereka, yaitu dengan memuliakan mereka, menyambung tali silaturrahim dengan mereka, menunaikan janji-janji (orang tua) kepada mereka.
    9.  Memenuhi sumpah kedua orang tua.
    Apabila kedua orang tua bersumpah kepada anaknya untuk suatu perkara tertentu yang didalamnya tidak terdapat perbuatan maksiat, maka wajib bagi seorang anak untuk memenuhi sumpah keduanya karena itu termasuk hak mereka.
    10. Tidak mencela orang tua atau tidak menyebabkan mereka dicela orang lain  [HR.Al Bukhari No. 5973 dan Muslim No.90]
    Perbuatan ini merupakan perbuatan dosa yang paling buruk. Orang-orang sering bergurau dan bercanda dengan melakukan yang sangat tercela ini. Perbuatan seperti ini termasuk dosa besar sebagaimana yang telah disebutkan.
    11. Mendahulukan berbakti kepada ibu daripada ayah. Yakni lebih mendahulukan berbuat baik kepada ibu yaitu lebih bersikap lemah lembut, lebih berprilaku baik dan memberikan sikap yang lebih halus daripada ayah. Hal ini apabila keduanya berada di atas kebenaran. 

    Read More......

    Seri Pelajaran Ibadah Praktis Wudhu dan Caranya

    · 0 comments

    Wudlu dan Tata Caranya
    Definisi dan tata caranya menurut sunnah.    
       Wudhu merupakan salah satu amalan ibadah yang agung 
      di dalam Islam. Sebagaimana firman-Nya : 
    Allah berfirman yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan taganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuhlah) kakimu sampai dengan kedua mata kaki.” [QS. Al-Maidah: 6] 

    Pengertian wudhu
    Secara bahasa wudhu berarti husnu/keindahan dan nadhofah/kebersihan, wudhu untuk sholat dikatakan sebagai wudhu karena ia membersihkan anggota wudhu dan memperindahnya. Sedangkan pengertian menurut istilah dalam syari’at, wudhu adalah peribadatan kepada Allah ‘azza wa jalla dengan mencuci empat anggota wudhu dengan tata cara tertentu. Jika pengertian ini telah dipahami maka kita akan mulai pembahasan tentang syarat, hal-hal wajib dan sunnah dalam wudhu secara ringkas.
    Wudhu merupakan suatu hal penting bagi setiap muslim. Sebagaimana sabda Nabi yang mulia, Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam,
    لاَ تُقْبَلُ صَلاَةُ مَنْ أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ
    “Tidak diterima sholat orang yang berhadats sampai ia berwudhu”. [HR. Bukhori no. 135, Muslim no. 225]

         Tata Cara Wudhu secara Global
    Adapun tata cara wudhu secara ringkas berdasarkan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam dari Humroon budak sahabat Utsman bin Affan rodhiyallahu ‘anhu, [HR. Bukhori no. 159, Muslim no. 226]
    Tata cara wudhu Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam secara ringkas sebagai berikut,
    1.      Berniat wudhu (dalam hati) untuk menghilangkan hadats.
    2.      Mengucapkan basmalah (bacaan bismillah).
    3.      Membasuh dua telapak tangan sebanyak 3 kali.
    4.      Mengambil air dengan tangan kanan kemudian memasukkannya ke dalam mulut dan hidung untuk berkumur-kumur dan istinsyaq (memasukkan air dalam hidung). Kemudian beristintsar (mengeluarkan air dari hidung) dengan tangan kiri sebanyak 3 kali.
    5.      Membasuh seluruh wajah dan menyela-nyelai jenggot sebanyak 3 kali.
    6.      Membasuh tangan kanan hingga siku bersamaan dengan menyela-nyelai jemari sebanyak 3 kali kemudian dilanjutkan dengan yang kiri.
    7.      Menyapu seluruh kepala dengan cara mengusap dari depan ditarik ke belakang, lalu ditarik lagi ke depan, dilakukan sebanyak 1 kali, dilanjutkan menyapu bagian luar dan dalam telinga sebanyak 1 kali.
    8.      Membasuh kaki kanan hingga mata kaki bersamaan dengan menyela-nyelai jemari sebanyak 3 kali kemudian dilanjutkan dengan kaki kiri.

    Syarat-Syarat Wudhu
    Menurut para ulama bahwa syarat wudhu ada tujuh, yaitu 
    1. Islam, 
    2. Berakal,
    3. Tamyiz,  
    4. Berniat, (letak niat ini ketika hendak akan melakukan ibadah tersebut.) 
    5. Air yang digunakan adalah air yang bersih dan bukan air yang diperoleh  dengan cara yang haram, 
    6. Telah beristinja’ dan istijmar lebih dulu (jika sebelumnya memiliki keharusan untuk istinja’ dan istijmar dari hadats), 
    7. Tidak adanya sesuatu hal yang mencegah air sampai ke kulit.
    Kami tidak menyebutkan dalil tentang hal di atas karena kami menganggap hal ini telah ma’ruf dikalangan kaum muslimin.

    Do’a setelah berwudlu

    أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
    Artinya : “Aku bersaksi, bahwa tiada Tuhan yang haq kecuali Allah, Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagiNya. Aku bersaksi, bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya”. [HR. Muslim 1/209]

    Read More......

    Seri Pelajaran Ibadah Praktis Buang Air

    · 1 comments


    BUANG AIR PADA TEMPATNYA
    Seri Materi Ibadah Praktis, fiqh dan pembahasannya. Mengedapankan sunnah dan mengingkari bid'ah. 
    Islam agama sempurna, sehingga dalam urusan buang air besar atau buang air kecil pun ada aturan dan adabnya. Begitu pentingnya urusan ini dalam syariat Islam sehingga Rasulullah Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam kerap memperingatkan umatnya agar senantiasa berhati-hati dalam urusan ini.
    Akhlak Islam melarang buang air di tempat terbuka, menghadap ke arah kiblat, atau membelakanginya.
    Adalah seorang kafir  jahiliyah berkata kepada sahabat Salman Al-Farisiy. “Sungguh Nabi kalian  telah mengajari kalian tentang segala hal sampai tata cara buang air”. Ketika itu, sahabat Salman menjawab, “Betul.  Sungguh kami dilarang menghadap kiblat saat buang air besar atau kecil, (kami juga dilarang) cebok dengan menggunakan tangan kanan atau cebok kurang dari 3 batu, atau cebok dengan kotoran hewan, atau tulang”. [HR. Muslim]. Begitulah kekaguman seorang kafir kepada akhlak Islam yang diajarkan oleh Rasulullah Muhammad.
    Berikut ini adalah adab yang diajarkan Rasulullah tentang tata cara buang air besar dan kecil.
    • Jangan menampakkan aurat kepada orang lain ketika buang air, usahakan mencari tempat yang tertutup. [H.R. Muslim]
    • Jangan buang air di lubang binatang, di jalan tempat orang lewat, di tempat berteduh, di sumber air, di tempat pemandian, di bawah pohon yang sedang berbuah, atau di air yang mengalir ke arah orang-orang yang sedang mandi atau mencuci." [H.R. Muslim, Tirmidzi]
    •      Abu Hurairah menceritakan, Rasulullah bersabda, " Janganlah kamu kencing di air tenang, di mana kamu mandi pula di situ." (H.R. Muslim)
    • Masuklah ke dalam jamban (WC/toilet) dengan mendahulukan kaki kiri, ke luar dengan mendahulukan kaki kanan. (H.R. Tirmidzi)
    Doa yang dibaca ketika masuk WC/Toilet :
    اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ.
    Dengan nama Allah. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari godaan setan laki-laki dan perempuan”. [HR. Al-Bukhari: 1/45 dan Muslim: 1/283]
    Do’a Keluar Dari W.C/Toilet :
    غُفْرَانَكَ.
    “Aku minta ampun kepada-Mu”. [HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad. Lihat Irwa’ul Ghalil 1/122]

    Read More......

    Blog Archive